Bulungan – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun Anggaran 2026 hingga semester pertama masih berada di bawah 50 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kaltara, Nurdin, mengatakan rendahnya realisasi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya proses pengadaan proyek fisik yang belum sepenuhnya rampung.
“Ada beberapa hal yang menyebabkan masih rendahnya realisasi tersebut, di antaranya dipengaruhi proses pengadaan proyek fisik yang belum sepenuhnya selesai,” ujar Nurdin kepada media ini saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Selain itu, BKAD Kaltara masih menemukan sejumlah pekerjaan fisik yang telah selesai dilaksanakan, namun realisasi keuangannya belum tercatat karena perangkat daerah terkait belum mengajukan dokumen pencairan.
“Biasa ada proyek fisik yang sudah tuntas atau selesai 100 persen, tapi realisasi keuangannya belum tercatat karena belum diajukan,” jelasnya.
Menurut Nurdin, proses pencairan anggaran hanya dapat dilakukan setelah adanya pengajuan administrasi dari perangkat daerah yang melaksanakan kegiatan.
Dengan demikian, meskipun pekerjaan telah selesai, pembayaran belum dapat diproses apabila dokumen administrasi pencairan belum disampaikan.
“Sekalipun pekerjaan yang dilakukan telah selesai, kalau tidak ada pengajuan, secara otomatis kami tidak bisa memproses pembayarannya,” katanya.
Karena itu, BKAD Kaltara mengingatkan seluruh perangkat daerah agar segera menyampaikan dokumen pencairan setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan realisasi keuangan dapat tercatat secara tepat waktu dan penyerapan APBD berjalan lebih optimal.
Nurdin berharap koordinasi antara Pemerintah Provinsi Kaltara, perangkat daerah, dan penyedia jasa dapat terus diperkuat sehingga berbagai kendala administrasi maupun pelaksanaan pekerjaan dapat segera diselesaikan.
“Lewat koordinasi yang lebih intens antar Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan penyedia jasa, harapan kita penyerapan anggaran dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya. (ADV)
DAPAT BONUS senilai Rp 1.000 - Rp 10.000
setelah baca postingan di atas
dengan menyalin Kode Traffic di bawah ini
WXUYJ4
...sedang mengarahkan Anda ke halaman Bonus Area