Tanjung Selor — Antusiasme masyarakat Kalimantan Utara terhadap literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin terlihat. Sharing Session #01 bertajuk “Artificial Intelligence (AI) dalam Kehidupan Sehari-hari” sukses digelar di Nara Coffee Tanjung Selor pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini diinisiasi Sesama Foundation bekerja sama dengan Sobat Cyber Indonesia (SCI) Kaltara.
Acara ini menghadirkan Galang Aprilian A., S.Kom., M.T. (Cybersecurity Practitioner & AI Security Research) dan M. Zaid Ghiffari (IT Security Researcher). Dihadiri langsung Ar. Rendy R. Sandhika, S.Ars., M.Ars. Pendiri Sesama Foundation dan Qurroni Dzifal Hepp, Ketua SCI Kaltara.
Tiga Sesi: Manfaat, Kewaspadaan, dan Praktik
Sesi pertama; Mengenal dan Memanfaatkan AI, membawa peserta memahami AI secara membumi: bukan sebagai teknologi abstrak, melainkan alat bantu belajar, bekerja, dan menyusun informasi. Galang Aprilian menekankan bahwa pemanfaatan AI yang produktif harus dibarengi kesadaran akan batasannya sehingga tidak perlu ditakuti secara berlebihan.
Sesi kedua; AI, Keamanan Digital, dan Ancaman Manipulasi Informasi, yang disampaikan M. Zaid Ghiffari, membedah risiko deepfake, konten buatan AI, penipuan digital, hoaks, perlindungan data pribadi, serta cara memeriksa kebenaran informasi. Materi ini selaras dengan pemberitaan **rilisan.id** yang berulang kali menyoroti pentingnya literasi digital dan keamanan siber di Kalimantan Utara, termasuk dalam upaya mencegah hoaks dan penyalahgunaan teknologi.
Sesi ketiga; Praktik Langsung Mencoba AI, sesi ini kemudian ditutup dengan berbagi cerita dari Irfanny Hanif, Ketua BPC HIPMI Bulungan tentang penggunaan AI di perusahaannya. Setelah sharing penutup, 1 peserta diberi kesempatan menyampaikan ide yang ingin diwujudkan menggunakan AI dengan hadiah AI premium. Ini menggenapkan acara mulai dari memahami teknologi sampai membayangkan penerapannya dalam pekerjaan, usaha, dan kebutuhan sehari-hari.
Prospek Ke Depan: Literasi AI sebagai Infrastruktur Sosial
Acara dihadiri 60 peserta—melampaui kuota 50 seat yang disediakan, menjadi sinyal bahwa kebutuhan akan ruang belajar teknologi di Kaltara semakin nyata. AI tidak dapat dibendung menjadi alat serba guna, maka ruang diskusi seperti ini harus terselenggara. Sebab, literasi AI yang baik bukanlah yang membuat orang fasih menyebut istilah teknis, melainkan yang membuat orang mampu menggunakannya secara produktif, aman, dan bertanggung jawab. (fz)
DAPAT BONUS senilai Rp 1.000 - Rp 10.000
setelah baca postingan di atas
dengan menyalin Kode Traffic di bawah ini
8KG0TS
...sedang mengarahkan Anda ke halaman Bonus Area