Skip to content
Primary Menu
  • Beranda
  • Pengumuman
  • Kabar
    • Utama
      • Breaking News
      • Advertorial
      • Wilayah
        • Kaltara (Kalimantan Utara)
          • Bulungan
          • Tarakan
          • Nunukan
          • Malinau
          • Tana Tidung
        • Kaltim (Kalimantan Timur)
        • IKN (Ibu Kota Nusantara)
        • Nasional
        • Mancanegara
    • Berita
      • Politik
      • Ekonomi
      • Headline
      • Hukum
      • Kriminal
      • Acara
    • Eksternal
      • Budaya
      • Konspirasi
      • Wisata
      • Sejarah
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Teknologi
      • Pendidikan
      • Otomotif
      • Musik
      • Opini
      • Religi
  • Sosial
    • Prestasi
    • Politikus
    • Pengusaha
    • Penulis
    • Musisi
    • Influencer
  • Fokus
    • Komunitas
    • UMKM
    • Loker (Lowongan Kerja)
  • Home
  • 2026
  • Maret
  • 18
  • Uji Taring APH: Koordinator Isu BEM SI Tantang Polisi dan Jaksa Bongkar Mafia Anggaran di Bulungan
  • Mahasiswa
  • Kalimantan Utara
  • NYALA

Uji Taring APH: Koordinator Isu BEM SI Tantang Polisi dan Jaksa Bongkar Mafia Anggaran di Bulungan

rilisan.id 18 Maret 2026
WhatsApp Image 2026-03-18 at 14.57.43

TANJUNG SELOR – Integritas pembangunan di Kalimantan Utara tengah berada di titik nadir. Serangkaian proyek infrastruktur bernilai fantastis yang bersumber dari uang rakyat kini justru berakhir menjadi bangunan terbengkalai tak bertuan. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Koordinator Isu BEM SI Ndaru Teguh Prakoso yang menilai Kaltara sedang dipenuhi oleh “Monumen Korupsi”. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga proyek strategis yang menjadi sorotan tajam karena mangkrak dan diduga sarat akan praktik penyimpangan menurutnya

satu paragraf pertama (post type) 051209
Iklan Bersponsor : Pertamina (051209)

1. Skandal RSP Bunyu: Anggaran Rp84 Miliar yang Menjadi “Kuburan” Harapan

Proyek Rumah Sakit Pratama (RSP) Bunyu menjadi luka paling dalam bagi masyarakat. Dana sebesar Rp84 miliar yang seharusnya mewujud menjadi fasilitas kesehatan, kini hanya menyisakan gedung sunyi dan terbengkalai.
“Ini bukan sekadar kegagalan konstruksi, ini kejahatan kemanusiaan. Setiap hari bangunan itu terbengkalai, warga Bunyu kehilangan haknya untuk sehat,” tegas Ndaru.

LBH HANTAM mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan audit investigatif menyeluruh guna melacak aliran dana. Mereka menuntut APH menyeret aktor intelektual dan penentu kebijakan, bukan sekadar staf administrasi bawah.

Menurut Ndaru “RSP Bunyu tidak boleh dibiarkan menjadi monumen korupsi yang berdiri tegak di atas penderitaan masyarakat. Kita menuntut keberanian dan integritas APH untuk segera mengusut tuntas, menetapkan tersangka, dan memastikan uang negara kembali atau proyek ini segera difungsikan”

2. Kegagalan Tanggul SP 6B Tanjung Buka: Petani Jadi Korban

Tak kalah miris, proyek tanggul pengendali air di kawasan transmigrasi SP 6B, Desa Tanjung Buka, senilai Rp9 miliar dianggap sebagai proyek gagal total. Infrastruktur yang diharapkan melindungi lahan pertanian justru tidak berfungsi, menyebabkan air laut tetap merendam produktivitas padi warga.
Meski Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltara dikabarkan tengah melakukan penyelidikan, publik mengeluhkan minimnya progres. Lambatnya penanganan kasus ini dikhawatirkan akan memicu mosi tidak percaya masyarakat terhadap penegakan hukum di Kalimantan Utara.

Tengah Postingan (post type) 401306
Iklan Bersponsor : Garuda Indonesia (401306)

3. Kantor BPN Bulungan: “Rumah Hantu” Seharga Rp8,2 Miliar

Di pusat kota Tanjung Selor, proyek gedung Kantor BPN Kabupaten Bulungan berdiri sebagai saksi bisu pemborosan anggaran sebesar Rp8,2 miliar. Gedung yang seharusnya menjadi pusat pelayanan pertanahan kini justru menyerupai rumah hantu.

“Ini bukan sekadar masalah keterlambatan vendor. Ini adalah bentuk pengabaian terhadap amanat anggaran. Uang negara keluar, tapi manfaatnya nol besar bagi rakyat,” ujar salah satu pengamat kebijakan publik setempat.

Mendesak Taji Kejaksaan dan Kepolisian Publik kini mulai mempertanyakan sejauh mana pengawasan yang dilakukan oleh instansi terkait. Namun, yang lebih mendesak saat ini adalah peran Aparat Penegak Hukum (APH), baik itu Kejaksaan Tinggi Kaltara maupun Polda Kaltara, untuk tidak sekadar menjadi penonton.

akhir postingan (post type) 573907
Iklan Bersponsor : Carvil (573907)

Mangkraknya Kantor BPN Bulungan adalah tamparan keras bagi tata kelola proyek pemerintah di Kalimantan Utara. APH harus segera bergerak, melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, dan menyisir potensi tindak pidana korupsi di dalamnya. Jangan biarkan uang rakyat menguap begitu saja menjadi beton-beton tua yang tak berguna. Penegakan hukum yang tegas adalah satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa negara tidak kalah oleh para mafia anggaran. (fz)

DAPAT BONUS senilai Rp 1.000 - Rp 10.000
setelah baca postingan di atas
dengan menyalin Kode Traffic di bawah ini

Y92QNW

...sedang mengarahkan Anda ke halaman Bonus Area

Post navigation

Previous: PMII Nunukan Menggugat: “Trinitas” Kegagalan Infrastruktur Air, Dari Proyek Mangkrak Hingga Dugaan Korupsi Berjamaah
Next: Besok ! BPD HIPMI Kaltara Gelar Halal Bihalal, Hadirkan Ustadz Das’ad Latif

Kabar Terkait

Poster BPD HIPMI Kaltara Gelar Halal Bihal, Hadirkan Ustadz Das’ad Latif
  • Kalimantan Utara
  • Religi

Besok ! BPD HIPMI Kaltara Gelar Halal Bihalal, Hadirkan Ustadz Das’ad Latif

rilisan.id 30 Maret 2026
PMII Nunukan Menggugat Trinitas Kegagalan Infrastruktur Air, Dari Proyek Mangkrak Hingga Dugaan Korupsi Berjamaah
  • Mahasiswa
  • Kalimantan Utara
  • NYALA

PMII Nunukan Menggugat: “Trinitas” Kegagalan Infrastruktur Air, Dari Proyek Mangkrak Hingga Dugaan Korupsi Berjamaah

rilisan.id 18 Maret 2026
WhatsApp Image 2026-03-13 at 20.04.23
  • Religi
  • Kalimantan Utara

Ramadhan Penuh Kebersamaan, GP Ansor Kaltara dan Polda Pererat Sinergi Lewat Bukber

rilisan.id 13 Maret 2026

Pencarian Populer

  • bonus traffic
  • Ghost
  • kalkulator
  • panel
  • titik kumpul
Rilisan © 2026 | MoreNews by AF themes.
Beranda Transaksi Bonus Explore Profil