TANJUNG SELOR, rilisan.id — Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terbukti membawa dampak positif terhadap efisiensi belanja rutin perkantoran. Berdasarkan catatan pemerintah, terjadi penurunan signifikan pada pengeluaran biaya operasional, seperti konsumsi listrik dan air.
Nur Indah Palupi selaku Kepala Bidang Perbendaharaan dan Kas Daerah (Kasda) BKAD Kaltara menyampaikan bahwa tren pengeluaran operasional kantor mengalami penurunan sejak WFA diberlakukan, yang menunjukkan efisiensi berjalan dengan baik. Dana yang berhasil dihemat tersebut tidak sekadar memangkas pengeluaran rutin, melainkan dialihkan untuk mendukung program prioritas daerah agar optimalisasi APBD tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Di sisi lain, Sekretaris Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, memastikan bahwa fleksibilitas kerja ini tidak menurunkan mutu pelayanan publik. Perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap beroperasi secara normal, sementara koordinasi internal banyak dialihkan melalui rapat daring. Kebijakan ini merupakan bentuk adaptasi birokrasi yang efisien tanpa mengorbankan produktivitas ASN, serta akan terus dievaluasi demi menjaga keselarasan antara fleksibilitas kerja dan peningkatan kualitas pelayanan.
Evaluasi awal pemerintah daerah mencatat penghematan anggaran dari penerapan WFA ini mencapai sekitar Rp230 juta, yang bersumber dari pemangkasan biaya listrik, air, dan kebutuhan operasional kantor lainnya. Pemprov Kaltara berharap pola kerja fleksibel ini mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif sekaligus menjaga keberlanjutan kesehatan fiskal daerah secara efisien. (fz/red)
DAPAT BONUS senilai Rp 1.000 - Rp 10.000
setelah baca postingan di atas
dengan menyalin Kode Traffic di bawah ini
CNCHSF
...sedang mengarahkan Anda ke halaman Bonus Area