Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kalimantan Utara (IMKU) Jabodetabek merampungkan unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Dalam aksi bertajuk ‘Gerakan Borneo Gugat Istana’ (Gebrakan), massa menyerahkan dokumen berisi tiga tuntutan utama masyarakat Kaltara kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Juru bicara Gebrakan, Kristianto Triwibowo, menyebut massa mulai bergerak dari titik kumpul di Monas pada pukul 13.00 WIB, lalu berjalan sambil berorasi secara silih berganti menuju kawasan Patung Kuda dekat Istana Negara. Aksi yang berjalan kondusif tersebut turut diwarnai dengan teatrikal.
“Kami melakukan aksi simbolik penyiraman aspal jalan sebagai bentuk kekecewaan dan kesedihan. Kami akan melangsungkan aksi berjilid-jilid jika tidak ada respons dan kepastian pemerintah pusat terkait DOB, PSN KIHI, dan daerah perbatasan,” ujar Kristianto, mahasiswa S2 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (13/4/2026).
Ketua IMKU Jabodetabek, Bima Sadiropa, menjelaskan long march dan orasi berjalan sekitar satu jam. Setelahnya, perwakilan massa difasilitasi untuk menyerahkan langsung tuntutan mereka menuju Istana melalui Kemensetneg.
“Dokumen aspirasi kami tujukan langsung ke Presiden RI. Arahan Kemensetneg ini akan diproses ke pejabat dan pihak terkait. Kami diminta untuk koordinasi kembali 3 hari kemudian,” tutur Bima, mahasiswa S1 Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.
Bima menegaskan harapannya agar Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah konkret dan berkunjung langsung ke Kaltara untuk melihat realitas di lapangan. Ia memastikan mahasiswa Kaltara di Pulau Jawa akan terus mengawal isu ini.

“Kita akan menagih kembali ke Istana. Saling bahu-membahu, kita mahasiswa Kaltara yang ada di Jabodetabek dan Pulau Jawa siap menyuarakan dan memperjuangkan persoalan-persoalan yang dirasakan warga perbatasan dan pedalaman. Kami siap menjadi support system masyarakat Kaltara di kancah nasional,” tegasnya.
Staf Kemensetneg Suherman yang menerima langsung dokumen perwakilan mahasiswa. Ia berjanji akan segera memproses aspirasi tersebut.
“Kami menerima surat dan aspirasi rekan-rekan. Selanjutnya ini akan berproses pejabat terkait untuk ke Presiden. Semoga dalam 3 hari bisa ada tindak lanjut, silakan kita saling koordinasi. Pasti akan direspons,” kata Suherman.
Sebagai informasi, aksi turun ke jalan ini membawa jargon “Asta Cita Tanpa Fakta, Kaltara Diabai Negara” dan “Perbatasan Negara, Dilupakan Negara”. Massa mendesak pemerintah pusat segera menyelesaikan tiga persoalan utama di ujung utara Kalimantan, yakni ketimpangan wilayah perbatasan, percepatan Daerah Otonomi Baru (DOB), dan persoalan di sekitar Proyek Strategis Nasional (PSN).
DAPAT BONUS senilai Rp 1.000 - Rp 10.000
setelah baca postingan di atas
dengan menyalin Kode Traffic di bawah ini
HBJ3DG
...sedang mengarahkan Anda ke halaman Bonus Area